Obrolan ringan untuk bersilaturrahim dan bertukar pendapat tentang Thifan Po Khan

Tuesday, September 2, 2008

Hikayat Pendekar Thifan Po Khan : Kraitkhan

Sanya Kraitkhan itu serupa dan sebentuk dengan Naimanka yang didirikan Abayt.

Sanya seorang tamid Abayt itu seorang anak suku Ki Krait tengah, maka dia membangun sejenis perguruan yang mengajarkan ajaran serupa dengan Naimanka itu. Tiadalah dikenalnya bentuk-bentuk jurus, hanya dilatihkan cahara mematahkan, membanting, memukul dan akint ialah permainan pedang atau tombak di atas seekor kuda tengah lari.

Syahdan Abayt apakala ia telah bertaubat karena apakah hatinya akan Je'nan itu ia menikah dengan seorang janda kaya Rasdah namanya. Maka pada suatu hari Abayt pun berkata kepada isterinya itu : "Sanya telah kuceriterakan kisahku kepadamu akan hal khianat akan guruku itu, maka karena guruku tiada mungkin kutemui untuk aku bersukun kepadanya, bukanlah kuanggap guruku itu telah kembali ke pangkuanNya, tetapi lubuk hatiku enggan untuk bersua … engkau usahlah mengetahui sebab-sebab itu, kurahasiakan lalu kupegang rahasia itu sampai aku kembali kepada-Nya".

Sanya inginlah kiranya dosa itu ditebus dengan suatu kebajikan, maka Abayt pun suruh Tsiming anak tirinya itu berguru akan Bahroiy, Abayt bercita agar Tsiming menjadi pahlawan kebajikan itu.

Maka Abayt pun sambung kata : "Relakah engkau bila anakmu itu aku suruh mengkaji ilmu di lanah orang Wigu itu?" maka isterinyapun menjawab, katanya : "Apapun yang kanda inginkan serta keinginan itu tiada bertolak berlawan syara, dindapun setujulah" maka Tsiming pun disuruhnya mengkaji ilmu untuk berguru akan Bahroiy itu, diberinya sepucuk surat dan sekantung uang emas dan dipersiapkannya seekor kuda hitam yang anggun, lalu dikirimkannya pula dua orang budak untuk mengawal, maka bergurulah Tsiming itu akan Bahroiy sampai kematiannya itu.

Maka manakala kabar tentang anak tirinya itu menjadi pengkhianat itu sampai kepadanya, mengeluhlah ia dan isterinyapun jatuh sakit memikirkan anaknya itu, tetapi anak-anak perempuan dia melipurnya dan berjanji tiada akan mengikuti jejak terkutuk itu, alkisah seorang anak perempuan Abayt itu kelak berjodoh dengan pendekar Jundun seorang keturunan Saldsyuk bertabiat salih dan ia seorang bentara Sultan Syaifuddin Khan yang berjuang demi kejayaan Islam.

Maka Abayt pun meninggal pada usia tujuh puluh tahun dan rahasia tentang mengapa ia berkhianat akan Je'nan terbawa ke kubur.

2 komentar:

Anonymoussaid...

o jadi abayt itu termasuk salah satu dari 9 murid jen'nan yang melarikan diri y ? dan dia akhirnya yg berkhianat itu? Ternyata anaknya berkhianat juga... Apa ada cerita ttg pengkhianatan yg dilakukan tsiming

tks

Anonymoussaid...

Alhamdulillah ada dalam kisah Bahroiy, Insya Allah segera diposting.

Post a Comment

Silahkan beri komentar, kritik dan saran yang 'membangun' untuk meramaikan blog ini
* Maaf, untuk kenyamanan bersama, kami tidak akan menampilkan komentar provokatif & kurang beretika.